Kamis, 03 November 2011

Love's Target V





Tittle               : Love’s Target
Eps.                 : 5
Genre             : Romance
                          Friendship
Cast                : Park Jiyeon
                          Jang Wooyoung
                          Ok Taecyeon
                          Lee Junho
                          Hwang Chansung
  Nichkhun Horvejkul
                          Ham Eunjung
                          Park Sunyoung
                          Lee Junsu
                          Jeon Boram
                          Park Soyeon
                          Lee Qri
                          Ryu Hwayoung
                          Hyun SunYoo *nongol lagi nih orang…*
                         (akhirnya semua cast udah nongol XD)



Nichkhun POV

PRANKK!!
Langsung saja mataku mencari dari mana asal suara yang sudah merusak suasana ini. Ternyata, di sebelah meja kami berdiri seorang gadis buruk rupa yang dengan bodohnya menjatuhkan gelas dari tangannya.
“Kau Nichkhun, bukan? Dia kekasihmu?” tanyanya tak percaya sembari menunjuk ke arah Jiyeon.
Aku tetap bersikap tenang dan berusaha tersenyum.
“Kuharap begitu.”
“Oppa…” rengek gadis itu.
Entah apa yang dia pikirkan. Dia terus menatapku dengan wajah yang sok manis dan mata yang sudah berkaca-kaca. Aku pikir, dia hanyalah fans gilaku. Makanya, dia tidak terima melihatku mengatakan cinta dengan seorang gadis. Yah, aku benci dengan fans macam ini! Seorang fans yang tak merelakan idolanya memilih sesuatu yang dia sukai. Bukankah seorang fans itu harus mendukung setiap hal yang dilakukan idolanya? Aku sungguh membenci fans macam ini. Dia sudah menghancurkan suasana, dan sekarang dia merengek di depanku! Cihh~ dia pikir aku peduli?
“Ya, gwenchana? Wae guraeyo?” tanya Jiyeon pada gadis itu.
“Kau mengapa mendekati oppaku?! Kau tak boleh merebutnya dari fans-fansnya! Dia milik kami!”
GOOD JOB! Fans sialan! Kau tak akan selamat pulang dari restoran ini! Kau telah berhasil membuat Jiyeon membisu dengan wajah ketakutan.

Aku sudah tak dapat lagi menutupi kekesalanku. Aku bangkit dari dudukku dan berdiri mendekati gadis itu.
“YA! Aku tau kau adalah fansku. Tapi kumohon kau jangan berteriak di depannya! Kau tau sopan santun tidak? Dengar yaa… bukan dia yang mendekatiku, tapi aku yang mendekatinya! Kalau kau memang seorang fans yang benar-benar menyukaiku, biarkan aku jalani kehidupan pribadiku!”
Aku bersikap sok pahlawan di depan Jiyeon. Sebenarnya, sangat memuakkan jika harus membela seorang gadis macam Jiyeon. Tapi, setidaknya dengan begini Jiyeon akan yakin dengan perasaanku.
“Oppa… mianhae, aku tak mau mengecewakan semua fansmu.”
Jiyeon bangkit dari duduknya dan meninggalkanku begitu saja.
“YA! KAU MENGHANCURKAN SEMUANYA!” aku berteriak tepat di depan wajah gadis itu dan berlari menyusul Jiyeon yang pastinya belum terlau jauh.

Aku keluar dari restoran dan melihat ke sana  kemari. Sosok Jiyeon kulihat berada di tengah-tengah kerumunan. Dia berjalan dengan kepala tertunduk. Aku mempercepat langkahku dan berusaha meraih tangannya.
“Jiyeon~ah. Jebal, dengarkan aku. Aku minta maaf atas kejadian tadi. Fansku memang berharga, tapi kau jauh lebih berharga bagiku.”
“Oppa, tidak hanya masalah fansmu tadi. Tapi… aku hanya menganggapmu sebagai kakakku. Mianhae…”
Aku melepaskan genggaman tanganku. Menyebalkan sekali! Gadis ini berani menolakku? SIALAN! Aku benci malam ini! Aku sudah membuang waktuku hanya untuk mengambil hatinya. Tapi apa balasan darinya? SIALAN!!!

Dengan wajah kesal aku menatap matanya. Dia terlihat bingung dan tak tau harus berbuat apa. Saat ini, aku ingin sekali memukul wajahnya yang sok manis itu! Tapi, aku tak mungkin melakukannya di tempat umum seperti ini. Apalagi semua orang sedang melihat ke arahku.
“Jiyeon~ah, Nichkhun~ssi!” panggil seorang lelaki bersama dengan seorang gadis yang keluar dari kerumunan ini.
Aku sangat mengenal wajahnya. Kalau tidak salah ingat, namanya Wooyoung. Lelaki yang sama sekali tidak tampan yang beberapa kali berusaha mendekati Jiyeon.
“Kalian sedang apa? Kau tak takut berada di keramaian seperti ini, Nichkhun~ssi?”
“Oppa, mianhae. Aku pergi dulu…” ujar Jiyeon melangkah meninggalkan kami.
Aku langsung menarik tangan Jiyeon dengan kasar dan berbisik di telinganya.
“Park Jiyeon~ssi! Sejujurnya, aku tidak membutuhkanmu. Jadi, jangan salah paham dan jangan ceritakan ini pada siapapun!” aku mendorongnya dan pergi meninggalkannya.


Jiyeon POV

Aku tak mengerti dengan perkataan yang Nichkhun bisikkan di telingaku. Apa maksudnya? Dia mempermainkanku?
“Wae gurae? Jiyeon, kau beruntung sekali bisa dekat dengan Nichkhun. Wooyoung~ah, aku mau berfoto dengannya. Temani aku!” pinta kekasih Wooyoung.
“Pergi saja sendiri.” Jawab Wooyoung oppa malas.
“Baiklah, tunggu aku yaa…” dia pun meninggalkan kami dan menghampiri Nichkhun.
“Kajja!”
Wooyoung oppa menarik tanganku dan meninggalkan kekasihnya begitu saja.

11 hari kemudian…
Akhir-akhir ini, perasaanku sering tak menentu. Ok Taecyeon, mengapa aku selalu memikirkannya? Apa aku menyukainya? Tapi aku belum bisa melupakan Wooyoung oppa.
“Kau menyukai Ok Taecyeon, bukan?” tanya Eunjung devil.
“Entahlah… tapi aku masih mengharapkan Wooyoung oppa.”
“Aku tau, perasaanmu kepada Taecyeon dan Wooyoung itu sama. Walaupun sepertinya perasaan cintamu pada Wooyoung jauh lebih besar. Tapi, waktumu sudah hampir tiba Jiyeon. 5 hari lagi, sudah tepat 3 minggu setelah hubunganmu dengan Chansung berakhir. Jika kau belum mendapatkan kekasih, maka tamatlah riwayatmu.”
“Kau sungguh akan bertindak setega itu?”
“Janji tetap janji. Makanya, nyatakan perasaanmu pada Taecyeon besok. Bukankah besok hari karnaval. Mungkin itu hari di mana kau terakhir kalinya bertemu dengan Taecyeon. Kau dan dia kan hanya berhubungan sebagai panitia saja. Jadi, sudah pasti setelah karnaval usai, mungkin kau akan jarang sekali bertemu dengan Taecyeon.”
“Tapi, kenapa aku harus menyatakan perasaanku terlebih dahulu? Aku juga tak tau dengan perasaan Taecyeon terhadapku.”
“Aduh, Jiyeon… memangnya salah jika seorang wanita menyatakan perasaannya terlebih dahulu? Karena kau tidak tau perasaan Taecyeon, maka kau tanyakan padanya. Jadi kau akan mendapat kepastian darinya. Percayalah dengan saranku, tapi terserah saja jika kau ingin mati.”

Aku diam sejenak. Benar yang di katakana devil ini. Waktuku tinggal 5 hari, dan kesempatanku untuk benar-benar bertemu Taecyeon tinggal besok pagi. Apa aku harus benar-benar menyatakan perasaanku besok?
“Baiklah…”
“Begitu doonk… tapi, jangan kecewa jika dia tidak menerimamu. Aku yakin, sesuatu yang lebih baik akan menghampirimu.” Ujar devil itu kemudian menghilang.

Pagi hari…
Pagi ini aku sangat bersemangat. Selain aku akan menyatakan perasaanku, hari karnaval ini juga sangat aku tunggu-tunggu. Akhirnya perjuanganku dan teman-teman yang lain membuahkan sesuatu yang cukup memuaskan. Kita tinggal menunggu acara berjalan lancar dan tanggapan dari orang-orang yang sangat memuaskan. Hari ini aku memakai kaos yang sama dengan yang dipakai oleh panitia-panitia yang lain. Mengenakan celana panjang dan sepatu sneaker. Aku menggulung rambutku ke atas dan mengikatnya dengan pita.
Karena ini hari yang sangat istimewa bagiku, umma mengantarkanku ke kampus. Kebetulan juga umma masuk kerja sekitar pukul 9, jadi masih ada banyak waktu untuk mengantarku ke kampus.

Setibanya di kampus, aku dan teman-teman yang lain langsung merapikan tempat dan menata-nata semua kebutuhan. Para MC yang dimainkan oleh beberapa mahasiswa dan mahasiswi di kampus ini pun telah memakai kostum yang waktu itu diberikan oleh Nichkhun secara cuma-cuma. Walaupun kejadian malam itu masih tertata rapi di otakku dan mungkin di otak Nichkhun, tapi Nichkhun tetap menepati janjinya untuk memberikan 4 pasang kostum untuk acara ini. Tapi, yang sangat mengejutkan adalah Nichkhun mengundurkan diri dan tidak mau menjadi mystery guest. Jadi dengan sangat terpaksa, 2 hari yang lalu para panitia sangat sibuk mencari seorang mystery guest pengganti. Dan akhirnya kami mendapati Hyun SunYoo, seorang aktris muda itu mau menjadi mystery guest di acara ini.

Acara karnaval ini mulai dibuka sekitar pukul 8. Acara berjalan sangat meriah dengan kehadiran semua mahasiswa dan mahasiswi di kampus ini. Beberapa penampilan di acara ini pun sangat memuaskan dan sangat memeriahkan acara. Di puncak acara, kehadiran yang sangat di tunggu-tunggu adalah penampilan dari Hyun SunYoo. Dia mengenakan gaun merah selutut, dengan bagian bawah gaun yang menggembung. Di tambah sebuah hiasan bunga di kepalanya. Dia terlihat sangat cantik sekali. Waktu yang kami berikan kepada Hyun SunYoo untuk berada di atas panggung sekitar 45 menit. Yaa, kami memang memberikan waktu yang lama untuknya. Beberapa MC mulai melempari berbagai pertanyaan kepada Hyun SunYoo. Beberapa mahasiswa/mahasiswi yang beruntung pun di perbolehkan untuk naik ke atas panggung dan berpelukkan dengan Hyun SunYoo. Sekitar 5 menit terakhir, sebagai penutup Hyun SunYoo menyanyikan sebuah lagu yang berjudul “A Goose’s Dream”. Walaupun suaranya tidak terlalu memukau, tapi dia berhasil membuat semua yang melihat berteriak senang.

Usai acara sekitar pukul 7 malam. Kami para panitia langsung membersihkan semua tempat. Tapi kami tidak berkerja terlalu banyak, karena semua ini akan di rapikan kembali oleh pihak universitas. Jadi, sekitar 15 menit kemudian kami sudah bisa pulang. Sebelum pulang, aku sibuk mencari-cari sosok Taecyeon. Dan beruntungnya, aku menemukannya sedang sendirian di belakang panggung dan dia sedang menggulung kabel sound system.
“Taecyeon~ah!”
“YA! kemana saja kau? Bantu aku sini! Teman-teman seenaknya saja meninggalkanku sendiri. Ini kan sudah malam, sangat gelap.”
“Kenapa? Kau takut gelap?”
“Tidak. Tapi kan… Lupakan! Hari ini menyenangkan bukan? Semua berjalan sesuai yang kita harapkan. Aku bisa pulang ke rumah dengan perasaan lega! Hahahahahaa…”
“Ok Taecyeon…” aku mengubah raut wajahku sedikit lebih serius.
“Kenapa? Kenapa wajahmu seperti itu? Menggelikan sekali!”
“Apa kau, merasa ada yang aneh jika berada di dekatku?”
“Tentu! Kau ini kan aneh!”
“Aku serius! Aku, aku… aku menyukaimu.”
Yaa Tuhan! Aku sungguh-sungguh mengatakannya?

Dia menghentikan aktivitasnya menggulung kabel dan berjalan medekatiku.
DUGH!!! Jantungku berdegup kencang melihat langkahnya yang semakin mendekat ke arahku. Aku mendudukkan kepalaku, untuk menutupi kegugupanku.
Setelah beberapa langkah, dia berhenti tepat di depanku.
“Terserah kalau kau bilang aku aneh. Tapi, aku bisa membaca kalau kau masih mencintai Wooyoung hyung. Jiyeon, aku hanya menganggapmu sebagai teman baikku. Lihatlah ke belakang, Wooyoung hyung telah menunggumu. Dia masih sangat mencintaimu. Sama sepertimu yang masih mencintainya.”
Dia membalikkan badanku. Kulihat, Wooyoung oppa berdiri dengan tegaknya dan tersenyum ke arahku. Dia berjalan menghampiriku, dan Taecyeon meninggalkan kami berdua.
“Jiyeon~ah, mianhae. Selama ini aku berbohong padamu. Aku, sangat mencintaimu.”
Dia langsung memelukku. Mataku berkaca-kaca mendengar ucapannya. Kurasa ini adalah tangisan kebahagiaan. Aku tak menyangka ini semua akan berakhir seperti ini. Mungkin yang orang bilang benar. Jika kau mengukir namamu dan nama kekasihmu di gembok cinta di atas N Seoul Tower, maka kau dan kekasihmu akan selamanya bersama.


“PARK JIYEON!!! PARK JIYEON! PARK JIYEON!”
Aku melepaskan pelukannya ketika mendengar teriakkan seseorang yang benar-benar memecahkan gendang telingaku.
“YA! BANGUN! Kau sudah tidur selama 3 hari! Gadis macam apa kau ini? PARK JIYEON!!!!”
Aku pun dengan malas-malasan membuka kedua mataku. Di depanku sudah berdiri seorang pria. Entah siapa dia, tapi rasanya aku pernah melihatnya. Kemudian di samping kanan dan kiriku sudah berjajar rapi orang-orang dengan pakaian pelayan. Aku berada di kasur yang sangat nyaman dan dalam ruangan yang sangat besar. Di mana aku?
“Nugu?” tanyaku pada pria di depanku.
“Nugu? Kau hilang ingatan? Aku kekasihmu, Lee Junho! YA! Jangan bercanda! Kau sungguh hilang ingatan?”
Kekasihku? Lee Junho? Mimpikah ini? Tapi, aku memang merasa bahwa aku mempunyai hubungan yang dekat dengan pria ini. Tapi… Aku kembali memutar otakku dan mengingat-ingat semuanya. BENAR! Dia kekasihku! Lalu, bagaimana dengan Wooyoung oppa? Taecyeon? Chansung? Nichkhun? Ini sebenarnya apa yang terjadi? Eunjung devil, bantu aku.

Aku melihat sekelilingku sambil terus berusaha mengingat-ingat. Di samping kasur di mana aku berbaring, terdapat meja kecil dan berdiri sebuah boneka bersayap yang sangat mirip dengan Eunjung devil.
“Eunjung devil?”
“Hahh? Bagus! Kau memanggilnya dengan sebutan devil? Bukankah biasanya kau menyebutnya peri? YA! Jiyeon kekasihku, kau sudah tertidur selama 3 hari. Seisi rumah ini mencemaskanmu. Bahkan umma dan appamu telah memanggil dokter dari Amerika untuk memeriksamu. Tapi, ternyata kata mereka kau hanya tertidur biasa. Cepat bangun! Jangan bertingkah seperti orang bodoh!”
“Nona, kau ingin di siapkan air hangat?” ujar salah satu dari pelayan itu.
“Nona? Namaku Jiyeon.”
“YA! Kau ini kenapa sih? Mereka kan biasa memanggilmu dengan sebutan nona! Cepat mandi! Kita harus berangkat ke kampus! Tolong siapkan air hangat untuknya.”
“Baik, tuan muda.”

Aku masih terus menatap Junho. Dia memang kekasihku. Dan sepertinya ruangan ini adalah kamarku. Semua pelayan ini... aku sudah sering melihat wajah mereka semua. Dan, aku tertidur selama 3 hari? Jadi, semua tentang Wooyoung oppa, Taecyeon, Nichkhun, Chansung, dan Eunjung devil itu hanyalah sebuah mimpi? Tapi, kurasa Wooyoung oppa, Taecyeon, Chansung, dan Nichkhun, aku juga sangat mengenali mereka. Aku masih belum mengerti.

Seorang pelayan menyuruhku bangkit dari tempat tidur dan mengantarku menuju kamar mandi. Di dalam kamar mandi, aku terus memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, semakin aku berusaha berpikir, kepalaku menjadi sakit. Usai mandi, mereka mengantarku turun ke lantai bawah. Rumah ini besar sekali! Tapi, aku sudah terbiasa melihat rumah sebesar ini. Bahkan, aku tau benar tempat-tempat di rumah ini. Aku menuruni tangga sambil terus memperhatikan sekitar. Junho sudah duduk di ruang keluarga bersama umma dan appaku. Tunggu! Appa?
“Appa!” aku berlari ke arah appaku dan langsung memeluknya.
“Syukurlah appa masih hidup.”
“YA! Jiyeon, apa yang kau katakan? Kau pikir appamu ini sudah meninggal?” tanya ummaku dengan raut wajah terheran-heran.
“Om, tante, akan kujelaskan semuanya nanti setelah kami pulang dari kampus. Dia memang sedikit gila!”
Junho menarik tanganku dan membawaku masuk ke dalam sebuah mobil limosin. Sepertinya aku juga sudah tidak asing dengan mobil ini. Ini mobil Junho, dan supir yang menyetir mobil ini pun sering aku jumpai.

Selama perjalanan, Junho selalu menatapku dengan tatapan yang sedikit aneh. Tapi, aku sama sekali tak mempedulikannya. Aku terus menatap keluar jendela.
Setibanya di kampus, aku cukup kaget melihat suasana kampus yang 100x kali lebih ramai di banding hari biasanya. Terdapat juga sebuah panggung yang cukup megah dengan banner yang bertuliskan “KARNAVAL 2011”. Karnaval? Bukankah semuanya sudah berakhir?
Ketika aku sedang melamun memperhatikan panggung tersebut, sekumpulan gadis meneriaki namaku. Untuk kali ini, aku sangat mengingat wajah mereka. Lee Qri, Park Soyeon, Ryu Hwayoung, dan Jeon Boram. Mereka sahabat-sahabatku! Aku dan Junho langsung saja menghampiri mereka.
“Jiyeon~ah! Bagaimana kabarmu?” tanya Qri.
“Kau coba saja berbicara dengannya. Dia sungguh gila!” ujar Junho.
“Kau ini jahat sekali mengatakan hal itu kepada kekasihmu sendiri.” sahut Soyeon.
“Jiyeon, bagaimana bisa kau tertidur selama 3 hari?” tanya Hwayoung.
“Entahlah…”
“Lee Junho!” teriak seorang lelaki dengan headset di lehernya.
“YA! akhirnya yeojachingumu sudah terbangun dari mimpi panjangnya. Hahahahhaaa…” ujar lelaki itu.
“Hey, Junsu! Kau tau tidak? Dia seperti putri tidur, hanya saja putri tidur tidak mengalami amnesia setelah tidur panjangnya?” sahut Junho.
“Hahahahahhaa…” mereka menertawaiku.
“Jiyeon, kami dengar, mystery guest karnaval ini adalah Nichkhun dan kekasihnya, Hyun SunYoo.” Ujar Boram.
“Hahh? Nichkhun? Bagaimana bisa dia mau hadir ke acara seperti ini? Bukankah saat itu dia menolak mentah-mentah acara ini? Dia bilang ini hanyalah acara murahan.”
Mereka terdiam dan menatap ke arahku dengan wajah yang kebingungan.
“Hhh.. sudah kubilang, dia gila, bukan?” ujar Junho.
Menyadari apa yang aku lakukan, aku menutup mulutku dan sedikit menunduk karena malu.

Aku dengan wajah ragu-ragu melihat sekitar dan berusaha mengembalikan suasana. Tapi, tiba-tiba saja seseorang menepuk pundakku dari belakang.
OK TAECYEON!!!
“Taecyeon~ahh??”
“Kemana saja kau 3 hari ini? Kau merepotkan kami semua. Kami terpaksa mengerjakan tugasmu.” Ujarnya dengan wajah sangat dingin.
Bukankah Taecyeon adalah orang yang sangat ceria?
“Hahahaha… Mianhae. Wajahmu kenapa seperti itu? Menggelikan sekali!”
Dia menatapku heran.
“Kau ini aneh sekali!” dia pergi begitu saja.

Aku kembali menatap ke arah Junho dan yang lainnya. Mereka menatapku semakin aneh.
“Kau… berani sekali kau berkata seperti itu pada monster di kampus ini.” ujar Qri.
Monster? Ok Taecyeon?? Tidak! Dia orang yang sangat ramah. Mungkin saja, sekarang ini dia sedang dalam kondisi yang tidak baik.
“Park Jiyeon! Kemana saja kau selama ini? Kelas sepi tanpamu.” Ujar lelaki yang menghampiriku dengan seorang gadis.
“Hwang Chansung? Kau sudah kembali dari Inggris? Cepat sekali! Dan… kau sudah bisa melupakanku?”
“Dari Inggris? Yah~ kuharap suatu saat nanti aku akan berlaga di Inggris. Aku melupakanmu? Maksudnya?”
“Ya, kau pasti sudah bisa melupakanku. Karena kau sudah mendapatkan gadis lain. Hahahahahaa…”
“Kau mabuk yaa?”
“Chansung, pergi saja dari sini. Otaknya sedang konslet.” Ujar Junho.
“Hahahahahaa… Yeojachingumu aneh sekali hari ini.”

Karena Junho menganggapku terlalu aneh hari ini, dia membawaku ke tempat yang lebih sepi. Dia mengajakku ke taman di belakang fakultasku. Di sini cukup sepi. Tapi, sangat menyenangkan karena aku menemukan sosok Wooyoung oppa. Tapi, dia bersama dengan kekasihnya, Sunyoung?
“Wooyoung oppa!!” teriakku memanggilnya.
“Shhht! Apa yang kau lakukan? Kau mengenalnya?”
“Tentu saja. Aku ke sana dulu yaa…”
Aku berlari meninggalkan Junho dan menghampiri Wooyoung oppa. Ketika aku sampai di hadapannya, aku langsung memeluknya. Perasaan ini sangat bahagia ketika dia berada di pelukanku. Tapi…
“Apa yang kau lakukan?” dia mendorong tubuhku.
“Oppa…”
“Oppa? Berani sekali kau seperti itu. Aku saja tak mengenalmu!”
“Tapi, oppa…”
“Apa lagi? Kau ini sudah gila yaa? Kau benar-benar gadis paling gila yang pernah kutemui! Menjauh kau dariku!!!”
Aku berlari meninggalkannya sambil membiarkan air mataku yang telah mengalir. Aku menghampiri Junho yang masih duduk di bangku yang sama. Aku tak percaya Wooyoung oppa melakukan ini! Aku GILA!!! Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Kepalaku terasa sakit sekali jika aku harus mengingat semuanya. Aku GILA!!! GILA!!! GILA!!!
“Kau tenangkan saja dirimu. Aku tak mau melihatmu seperti ini lagi.” Junho meninggalkanku.
AKU GILLA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!







: Please give a comment. Because, your comment can make me much better :
THANK YOU :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar