Minggu, 13 April 2014

Idol's Scandal with Love & Friendship

Title        : Idol’s Scandal with Love & Friendship
Cast         : Xi Lu Han
               Ryu Hyoyoung
               Yoo Seung Ho
               Park Shin Hye
               Kim Myung Soo
               Park Jiyeon
Genre       : Romance
               Friendship
Chapter     : 1 of 3



Hyouyoung POV

"Kris! Chen! Luhan! Xiumin! Lay! Tao! EXO M!!!!"

          Sekiranya nama itulah yg saat ini menggema ditelingaku. Sorot lampu yg jatuh menimpa sekujur tubuh mereka, membuat mereka bersinar di tengah kegelapan. Aku berdiri diantara ribuan, mungkin jutaan orang dengan teriakan, banner, dan lightstick di tangan mereka. Sejenak terlintas bayanganku yg turut berdiri di atas panggung megah itu dan menghibur semua yg menghabiskan uang mereka demi melihatku. Terbayang bagaimana aku menyapa orang-orang ini, bagaimana aku membuat orang-orang ini memusatkan perhatiannya padaku, dan melupakan semua keluh kesah masalah mereka, bahkan dapat menyatukan mereka yg tak mengenal satu sama lain. Semakin dalam aku terbawa dalam bayanganku sendiri, sebuah telapak tangan mengaitkan jari-jarinya pada jari-jariku.
"Hyoyoung, kau baik-baik saja?"
Aku membalasnya dengan sebuah senyum simpul.

          Lantunan lagu-lagu kembali terdengar di telingaku. Gerakan tubuh EXO kembali mencuri perhatianku. Mereka yg diatas sana, tentu tidak semudah itu mencapai posisi saat ini. Mereka hampir mempertaruhkan seluruh hidup mereka untuk dapat bersinar seperti saat ini. Aku pun, suatu saat akan layak bersanding dengan mereka.
"Hyoyoung, cepat pergi!" tanganya menarik pergelangan tangan kananku ketika ruangan ini kembali sunyi.
"Oppa, aku bisa berjalan sendiri tanpa kau tarik seperti ini."
Ia melepaskan tangannya dari pergelangan tanganku, namun seorang lelaki yg sedari tadi hanya memperhatikan kami, menarik pergelangan tangan kiriku dan membawaku keluar dari ruangan ini.

          Aku Ryu Hyoyoung, seorang mahasiswi di Sungkyunkwan University yg saat ini duduk di tingkat dua. Sejak 2 tahun yg lalu, aku menjadi trainee di perusahaan yg sama dengan EXO, SM Entertainment. Sudah menjadi cita-citaku sejak kecil untuk menjadi seorang penyanyi. Appaku dulu adalah seorang musisi jalanan, maka tak perlu ditanya kalau bakat menyanyiku ini bersumber darinya.

          Dia yg kupanggil oppa ini adalah Kim Myung Soo. Teman dekatku yg kukenal sejak menjadi trainee di SMEnt. Dia menjadi trainee sudah 4 tahun lamanya. Ia melanjutkan studinya di Pusan National University dan berada di satu tingkat lebih tinggi dariku. Dan dia yg membawaku keluar dari ruangan tadi adalah Yoo Seung Ho. Teman satu kelas dan teman traineeku. Kami sudah berteman sejak kami berusia 8 tahun. Dia adalah alasan kenapa aku bisa menjadi trainee di SMEnt ini. Sebagian saham di SMEnt ini adalah milik appanya, dan dia memberiku keyakinan untuk masuk menjadi trainee SMEnt.

"YA, Seung Hoo!! Kau meninggalkanku begitu saja? Dimana rasa hormatmu pada hyung dan sunbaemu ini? Dan kau tak dengar Hyoyoung berkata dia bisa berjalan sendiri? Hah?!" teriak Myung Soo setelah tiba di pelataran.
Seung Ho melepaskan tanganku dan tetap berjalan seakan tak mendengar Myung Soo.
"YA, YOO SEUNG HOO!"
"Kim Myung Soo! Apa yg terjadi? Tak bisa kau pelankan suaramu ditempat umum seperti ini?" suara yg sangat akrab ditelingaku muncul dari sebuah mobil van hitam yg berhenti tepat dibelakangku.

          Aku membalikkan badanku untuk melihat siapa pemilik suara itu. Yang kudapati adalah tubuh jenjang yg berdiri tepat dibelakangku dan menutup indahnya sinar bulan dari pandanganku. Namun, senyumnya.. Aku kenal dengan senyum polos ini.
"Luhan oppa?"
Ia tersenyum dan menepuk pundakku. Melangkahlah ia mendekat pada Myung Soo dan seakan menanti jawaban dari pertanyaannya tadi.
"Hyung, kenapa kau ingin masuk ke dalam masalah kami bertiga? Kami bahkan tak mengusik hidupmu sedikitpun."
"Myung Soo hyung!" Seung Hoo berusaha mengingatkan Myung Soo agar bersikap lebih sopan pada Luhan.
"Tidak masalah, Seung Ho. Baik, ini bukan urusanku. Tapi alangkah baiknya untuk tidak berteriak di depan publik seperti ini. Selesaikan masalah kalian di tempat yg lebih sunyi. Bukankah itu yg seharusnya dilakukan oleh ‘real man’?"
"Real man? My butt!" gumam Myung Soo.
"Myung Soo oppa! Luhan oppa cepat pergi. Aku tau tak ada waktu untukmu berdebat dengan hal semacam ini. Maafkan aku.." aku membungkukan badanku 45°.
"Baiklah, sepertinya aku memperburuk suasana disini. Hyoyoung, akan kuantar kau pulang, masuklah ke mobilku."

          Luhan masuk ke mobilnya dan meninggalkan kami bertiga. Aku melihat ke arah Seung Hoo dan Myung Soo yg sepertinya memang harus ditinggalkan berdua untuk mengurus masalah mereka sendiri. Langkah ragu kakiku mulai menuju mobil Luhan. Sesekali aku melihat ke arah Myung Soo yg dengan wajah kesalnya dan Seung Hoo dengan wajah tak pedulinya. Di depan pintu mobil van hitam, aku melihat ke dalam dan mendapati manajer EXO yg sedang berada di bangku pengemudi, Luhan oppa yg berada di bangku belakang pengemudi, lalu Lay dan Xiumin yg berada di bangku paling belakang. Tersisa dua bangku, yaitu disamping pengemudi dan disamping Luhan. Luhan menepuk kursi disampingnya sembari tersenyum ke arahku, yg menandakan aku dipersilakan duduk disampingnya. Aku membungkukan badanku 45° sebelum masuk ke dalam mobil. Lay dan Xiumin yg berada di kursi belakang terkekeh kecil ketika aku sempurna duduk.

Rasa canggung dan malu bercampur di benakku. Walaupun ini bukan kali pertama aku berada di mobil yg sama dengan Luhan, tapi berbeda situasi jika ada Lay. Diantara member EXO yg lain, aku menyukai Lay. Kerap kali aku bertemu dengannya di gedung SMEnt. Lekukan dipipinya ketika tersenyum memang tak mudah dilupakan. Logat mandarin yg kental selalu membuatku tersenyum kecil ketika mendengarnya mengucapkan sesuatu dengan bahasa Korea. Ditambah dengan sifat polos Lay yg kurasa dia selalu berbicara fakta. Namun, memang aku jauh lebih dekat dengan Luhan dibanding Lay. Aku sudah menganggap Luhan seperti kakakku sendiri, sedangkan aku menganggap Lay sebagai sosok yg kukagumi.

"Hyung manajer! Waaw, apakah ada orang yg sedang jatuh cinta saat ini? Hyung, apa kau ingat ketika seseorang merengek memintamu menghentikan mobilnya ketika melihat Hyoyoung?" ujar Xiumin.
"Tentu saja aku mengingatnya. Wah, kekuatan cinta membuatku merinding."
"Luhan hyung? Tadi dia memukul pundakmu untuk menghentikan mobilnya kan, hyung? Itu artinya cinta? Bukankah itu hanya sebuah kepedulian terhadap hobae?" sanggah Lay.
"Lay!" ekspresi datar dan kesal terlihat di wajah Xiumin.
Aku tak mengerti, tapi aku hanya melihat ekspresi Luhan yg tetap tenang sambil tersenyum kecil. Terkadang senyumnya merupakan tanda ia menyembunyikan sesuatu.

          Tak lama kemudian mobil van ini berhenti di depan gerbang rumahku. Aku berpamitan dengan semua orang yg berada di dalam mobil, kemudian membuka pintu dan kembali membungkukkan tubuhku 45°. Luhan yg berada di sisi lain ikut turun dan mengantarku sampai aku masuk melewati gerbang. Tak banyak yg kita lewati di halaman rumah, sehingga tak butuh waktu lebih dari 5 menit, kami sudah berada di depan pintu rumah. Kami menghentikan langkah kaki. Hendakku membungkukkan tubuhku 45°, Luhan memegang kedua pundakku dan membuatku kembali berdiri tegak.
"Jangan lakukan ini lagi." ujarnya disambut senyum di bibirnya.
Luhan berpamitan dan berjalan menuju gerbang, di depan gerbang ia berbalik ke arahku dan melambaikan tangan kanannya, aku pun membalasnya.

          Tak lama setelah Luhan menutup gerbang, suara mesin dari mobil terdengar samar-samar menjauh. Aku mengetuk pintu rumah dan masuk disambut oleh tawaran makan malam umma dan appa. Seusainya, aku menuju kamarku dan membersihkan tubuhku sebelum tidur.
Drrrttt, Myung Soo oppa memanggil
"Hallo?"
"Hyoyoung, kau sudah tiba dirumah kan? Apa yg kau dan Luhan hyung lakukan? Ya! Aku sungguh tak menyukai sikap Luhan hyung yg sok pahlawan seperti tadi. Dia pikir dia siapa? Bahkan kita tak membawanya dalam masalah kita, akar permasalahannya saja dia tidak tau. Kau setuju denganku kan?"
Aku tak bergeming.
"Ryu Hyoyoung?"
"Oppa, kurasa ini sudah terlalu malam untuk kita bercakap-cakap melalui telefon."
"A-a.. Baiklah, tidurlah!" Dia mematikan telefonnya begitu saja.

Aku mengembalikan ponsel di meja samping tempat tidurku dan membaringkan tubuh di kasur kesayanganku. Mencoba memejamkan mata dan hanya denting suara jam dinding yg berusaha menjadi serenade untukku.

~~~~

          Sinar matahari pagi masuk melalui sela-sela jendela kamar dan membuatku mengernyitkan dahiku. Aku mengambil ponsel di meja dan melihat waktu yg sudah menunjukan pukul 06:45am. Kuliahku dimulai sekitar pukul 08:00am, jadi aku segera bangkit dari kasur dan menuju kamar mandi yg berada di dalam kamarku. Hanya 15 menit waktu yang kubutuhkan untuk mandi. Seusainya, kembali kumenata diri di depan cermin dan memilih celana jeans hitam panjang dipadu kemeja putih yg aku tambah dengan lapisan jas merah selutut. Udara di luar saat ini mencapai 12°C. Setelah aku meneguk segelas susu dan menyantap roti yg telah dipersiapkan umma, aku pun meninggalkan rumah. Biasanya aku berangkat dengan bus atau...
"Hyoyoung!" panggil Luhan yg sudah berdiri di samping mobilnya.
Luhan kerap kali menjemput dan mengantarku, dan...
Ciitttt~ Seung Ho melepas helmnya dan tersenyum kecil padaku. Dan terkadang aku juga dijemput oleh Seung Ho. Mereka memang tak pernah menghubungiku sebelum datang kemari, sehingga aku selalu diharuskan memilih antara keduanya.

Luhan selalu memberi solusi untuk Seung Ho meninggalkan motornya dirumahku dan berangkat bersama Luhan, itulah yg kami lakukan saat ini pula. Kami menuju mobil Luhan dan mendapati sesosok wanita dengan rambut ikal panjangnya.
"Unnie?" sapaku.
"Hyoyoung, aku sangat merindukanmu!" ia menarikku dan memelukku erat.
"Cepat masuk! Kalian bisa terlambat. Seung Ho, kau semakin tampan saja haha"
Dia adalah Park Shin Hye, kalian pasti mengenalnya. Seorang actress, model, dan sekarang mulai merambah dunia menyanyi. Luhan dan Shin Hye memang sangat dekat, oleh karenanya kami pun mengenal Shin Hye dengan baik.



Luhan POV

          Aku mengambil kursi paling belakang bersama Seung Ho dan mempersilakan Hyoyoung dan Shin Hye duduk di tempat kedua. Setidaknya dari belakang sini, aku dapat terus melihat Hyoyoung sepanjang perjalanan. Sesekali aku memperhatikan tatapan mata Seung Ho yg memiliki objek yg sama denganku. Ini bukan kali pertama aku menemukan Seung Ho diam-diam memperhatikan Hyoyoung. Kurasa, rasa cinta itu wajar jika terjadi diantara pria dan wanita yg sudah lama saling mengenal.

Tak jauh kami berjalan, kami telah tiba di sebuah universitas, dimana tempat Hyoyoung dan Seung Ho belajar. Hyoyoung turun terlebih dahulu dan diikuti dengan Seung Ho dibelakangnya. Aku hanya pindah ke deretan kedua untuk melambaikan tangan pada mereka yg tengah membungkukkan tubuh 45°. Sudah berkali-kali kukatakan pada mereka untuk tak melakukannya, tapi mereka tetap melakukannya. Dari dalam mobil aku memperhatikan  mereka semakin menghilang dari pandanganku.
"Xi Luhan, kau menyukainya? Kau selalu peduli sekali menjemput dan mengantarkannya di tengah kepadatan jadwalmu." Shin Hye membuyarkan lamunanku.
"Aku juga tidak tau, bagaimana menurutmu?"
"Kau tidak mengerti perasaanmu sendiri? Bagaimana saat kau melihat Seung Ho bersama Hyoyoung seperti tadi? Aku berani bertaruh bahwa Seung Ho menyukainya."
"Aku tau."
"Lalu?"
Aku menarik panjang nafasku, kemudian menghembuskannya kembali. Kalian pasti pernah merasakan apa yg kurasakan. Seakan aku tak tau makna sesungguhnya, namun ketika aku tak suka, aku tetap melakukannya, ketika aku tak ada sisa waktu, aku tetap meluangkannya, ketika aku segan berucap, aku tetap membalasnya, dan ketika aku lelah, aku tetap tersenyum untuknya.

Kami meninggalkan Sungkyunkwan University dan menuju SMEnt’s building untukku berlatih disana. Semua EXO member pasti telah menungguku. Mereka juga menunggu Shin Hye yg baru saja kembali dari jadwal syutingnya di Jepang. Shin Hye adalah teman dekatku, terkadang aku menganggap dia sebagai noonaku karena sikap dewasanya. Setiap masalah, aku menanyakan apa yg dapat kuperbuat. Shin Hye menjadi akrab dengan Hyoyoung dan Seung Ho karenaku.

Saat ini SMEnt’s building tampak sepi, mungkin karena beberapa jadwal latihan sedang kosong. Aku dan Shin Hye langsung menuju ruang latihan EXO. Mereka sudah lengkap berkumpul dan tengah melakukan pemanasan sebelum memulai latihan. Kuletakkan tas ranselku pada kursi hitam di sudut ruangan dan meninggalkan Shin Hye bercakap-cakap dengan member lain. Selang 5 menit, Chen menyalakan musik dan spontan kami mengambil posisi. Paduan gerakan tangan, kaki, dan seluruh tubuh terlihat memenuhi ruangan ini. Lantunan lagu dari bibir kami pun menggema. Dengan beberapa perbaikan, kami menyelesaikan latihan sekitar 2,5 jam. Aku beristirahat sebentar dengan berbagi minum dan pijatan dengan Xiumin. Lalu menghapus keringatku dengan handuk, mengambil tasku dan mengajak Shin Hye ke ruang latihan yg biasa digunakan oleh para trainee.

Dari luar, kami melihat Kim Myung Soo sedang meliuk-liukkan badannya dan Park Jiyeon yg berlatih vocal. Belum terlihat di pupil mataku sesosok Hyoyoung yg kucari. Namun, aku memutuskan untuk menunggunya.
"Hyung! Apa yg kau lakukan disini? Kau mencari Hyoyoung? Kau gila?! Sadarlah!!" ujar Myung Soo ketika aku memasuki ruangan, serta Jiyeon langsung melempar pandangannya padaku dan menundukkan kepalanya sebagai tanda mengucapkan salam.
"Kim Myung Soo, kau tetap tak berubah. Kau tak mau menyambutku yg baru saja pulang?" sahut Shin Hye.
"Noona, kau pura-pura tak tau atau benar-benar tak tau? Kalian ada di artikel teratas karena Luhan hyung menjemputmu dibandara. Kalian berkencanlah!"

Aku mengeluarkan ponsel dari sakuku dan mendapati 8 panggilan dari manajer, aku tak melihat ponselku sedari tadi. Kemudian aku membuka situs artikel dan mendapat foto serta rumor tentangku dan Shin Hye di sebuah cafe di bandara. Wartawan cepat sekali memproses suatu berita. Aku menunjukkan artikel tersebut pada Shin Hye dan kami hanya tersenyum geli. Aku menutup ponselku dan hendak mengembalikannya ke sakuku saat Hyoyoung dan Seung Ho membuka pintu. Mereka tidak terlihat terkejut dan membungkukkan kembali tubuh mereka. Aku menyambutnya dengan senyum.
"Hyung! Sekarang apalagi? Kau memberikan senyuman kepada Hyoyoung? Urus dulu artikelmu dan Shin Hye noona." tegur Myung Soo.
"Myung Soo oppa! Kau ini berisik sekali sejak tadi. Terserah Luhan oppa mau berbuat apa pada Shin Hye unnie dan Hyoyoung. Apa pedulimu? Bahkan mereka pun tak mempedulikanmu." timpal Jiyeon.

Aku mengalihkan pandangan yg semula memperhatikan Jiyeon dan Myung Soo menuju Hyoyoung yg tampak bingung karena baru saja dia hadir sudah terjadi keributan. Lalu aku tak sengaja meluruskan pandanganku dan mendapati Seung Ho yg entah sejak kapan memperhatikanku, sehingga saat ini pandangan kami bertemu, dan dia segera beranjak menutup pintu lalu menaruh tasnya. Kim Myung Soo, Yoo Seung Ho.. Seakan aku bisa melihat dua pria dengan sikap dan cara yg berbeda untuk mendapatkan hati seorang wanita. Lalu, sikap dan cara mana yg harus contoh untuk kulakukan?

Aku duduk melantai dan bersandar pada dinding kaca sembari memperhatikan Shin Hye, Hyoyoung, dan Jiyeon yg sedang bercakap, Myung Soo yg memainkan ponselnya dengan raut wajah kesal, Seung Ho yg melangkah menuju tempatku duduk saat ini.
"Hyung, kau menyukai Hyoyoung?"
"Kau mengagetkanku saja, kau menanyakan hal sepribadi ini di tempat umum?"
"Mereka tak melihat, apalagi mendengar."
"Kalau aku menjawabnya, apa yg akan kau lakukan?"
"Tidak, jangan, hentikan. Aku juga menyukai Hyoyoung. Hyung, ini bukan masalah sunbae-hobae untuk mengalah, jadi bermainlah yg sehat."

Seung Ho berdiri dari tempatnya dan keluar meninggalkan ruangan. Kurasa, dia benar-benar seorang lelaki. Aku tersenyum kecil dan tak sengaja melihat Jiyeon memperhatikan langkah Seung Ho. Asal kalian tau, satu cinta lagi masuk ke dalam jaring-jaring.

To be continued…

4 komentar:

  1. ini yakin sepanjang ini dan baru chapter 1?.? wau!.!
    bagus sih... tp capek bacanya wkwkwk :D
    ditunggu kelanjutannya yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak pernah baca sih, jadinya pemalas kan hahha

      Hapus
  2. great job! seru buat di baca :D ngga sabar nunggu kelanjutannyaaa

    BalasHapus